Langsung ke konten utama

Nothing To Lose, Semua Adalah Kebaikan

Photo by Tom Chen on Unsplash
 
dari Suhaib, Rasulullah SAW bersabda “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik untuknya. Dan hal itu tidak ada kecuali pada diri seorang mukmin. Apabila dia mendapatkan kesenangan maka dia pun bersyukur, maka hal itu adalah kebaikan untuknya. Apabila dia tertimpa kesulitan maka dia pun bersabar, maka hal itu juga sebuah kebaikan untuknya.”"
(HR. Muslim no 2999)

Jadi ingat dengan perkataan Ust. Felix : "keterlaluan kalau muslim ga masuk surga". Gimana ngga keterlaluan? Setiap hal kecil pasti selalu jadi pahala dan penggugur dosa kalau kita tahu syariatnya. Sok, sakit aja bisa jadi penggugur dosa, salaman sama saudara seiman jadi penggugur dosa, nuangin air buat orang lain jadi pahala, singkirin jarum di jalan jadi pahala. Itu amalan-amalan sederhana, apalagi amalan yg besar coba?

Berarti disini kita perlu untuk menambah pengetahuan tentang syariat. Karena ada hal lain yg perlu diingat, yaitu syarat diterima amal shalih itu ada dua :

1. Ikhlas
2. Ada tuntunannya.

Jadi ga bisa kita melakukan kebaikan misal kaya sedekah ke anak yatim tapi penghasilannya dari ngelacur, lalu kita berasumsi "Ah Allah mah Maha Tau, yg penting kita berbuat baik". Justru kita diberi rizki berupa akal (kemampuan berpikir) oleh Allah swt untuk mencari tahu apakah amalan kita sudah sesuai tuntunan atau tidak, bukan malah ngarang bebas, berimajinasi, berasumsi, dsb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[SOLVED] #1558 - Column count of mysql.proc is wrong. Expected 21, found 20.

Photo by Clément H on Unsplash When i imported a database, i got problem with the error said  After i search the solution on the internet, i found a simple solution. If you are using Xampp with MariaDB server. Here what you need to do : 1. Open terminal, go to opt/lampp/bin directory 2. Do upgrade with mysql_upgrade command. Enter the password, wait untill the upgrade is done That's it ! it works for me, now i can import my database

Otentikasi User Dengan JWT Dalam ExpressJS

 Otentikasi dilakukan untuk pengecekan agar tidak sembarang orang yang bisa mengakses fitur/ request , melainkan hanya untuk orang-orang yg sudah terdaftar/login saja. Kalau dulu dalam pengecekan ini saya mengetahuinya dengan menggunakan session , dengan alur ketika user login, data login disimpan di session store , lalu ketika user hendak mengakses suatu fitur/meminta request , server akan mengecek apakah datanya ada di dalam session store atau tidak. Kalau tidak, request -nya akan ditolak sehingga mengharusnya dia login kembali. Nah, JWT (JSON Web Token) juga mirip-mirip alur logikanya, hanya data yang digunakan untuk pengecekannya tidak menggunakan session , melainkan dengan token. Kalau digambarkan alurnya seperti ini: Disini saya menggunakan Postman sebagai simulasi client agar saya bisa fokus ke bagian pemrograman servernya (step nomor 2, 3, 6, dan 7). Lalu diasumsikan sudah terkoneksi dengan database dan sudah ada beberapa data user (password dienkripsi dengan menggunaka...

Catatan Pribadi Syarah Alfiyah Al-Iraqi (Bait 47-56)

Photo by Sincerely Media on Unsplash Pengisi : Ustadz Miftah MENGAMBIL HADIST DARI KITAB MUTAMAD BAIT 47-49 Alasan mengapa kita harus mengambil hadist dari sumber yang mu’tamad adalah karena jika kita bersandar kepada kitab yang tidak terpecaya (belum di- muqoballah dengan yang asli) bagaikan bersandar pada rawi yang wujudnya tidak ada. Orang dulu sebelum adanya percetakan, kitab dijual secara tulis tangan atau membuka jasa penyalinan kitab. Atau ketika sekarang sudah ada percetakan, lalu asal mengambil kitab, yang penting ada Shahih Bukhari/Muslim nya. Tanpa memperhatikan percetakan, perhatian kepada naskah, i’rab, syakal, atau muqabalah kepada ushul . Maka untuk mencegah hal yang seperti ini, hendaklah kita mengambil dari kitab yang sudah di- muqobalah dengan ushul . Tidak boleh orang yang tidak pakar mengambil matan Shahih Bukhari atau Shahih yang lain untuk diamalkan langsung atau dijadikan hujjah . Karena dia tidak tahu mana yang amm & khas , mana yang mujmal ...