![]() |
| Photo by Edgar Castrejon on Unsplash |
Ade Junior : "soalnya kita bilang ke bapanya sekitar 25 orang teh, kata bapaknya min 50 orang teh"
Teteh : "25 orang dikit banget yak? yg lain 120 orangan lhooo"
Ade Junior : "pait-paitnya dulu teh... khawatir pada ga dateng"
Teteh : "yaaaaa.... kan doaaaaa"
Ade Junior : "ohiya teh π₯π₯π₯"
Teteh : "Bilang : Ya Allah..... mau di ralat doanya"
Ade Junior : "Ya Allah... mau di ralat doanya π₯π₯π₯" (iiiihh.... gemesy aku ma ade yg satu ini.... kawaiiiii)
Bener juga yah, ngedoain teh harus detail... sampai sebutin angka yang diinginkan, jangan tanggung-tanggung. Cuma saya juga rada ketar ketir kalau udah pasang angka target peserta. Khawatir beneran ga kesampaian. Nanti kecewa/ sedih π₯π₯
Lalu tiba-tiba diriku yang lain menampar diriku yang pesimis ini (kok kaya punya kepribadian ganda gini yah?) diingatkan soal bab qadha dan qadar yang pernah dikaji.
Qadha itu ketetapan Allah swt yang sifatnya unpredictable dan uncountable. Sedangkan qadar itu khasiat suatu benda yang sudah Allah swt berikan. Contohnya api yang punya khasiat membakar, pisau yang punya khasiat memotong benda, dll.
Qadha dan qadar itu semuanya ada di luar wilayah manusia, termasuk lauhul mahfudz. Sehingga kita jangan pusing-pusing mikirin mereka semua, yang akal kita juga ga bisa menjangkaunya. Fokus pada apa yang wilayah manusia bisa lakukan.
Harusnya tetap optimis dalam menentukan target, sambil tetap realistis juga membuat strategi sedetail mungkin agar bagaimana target tercapai, nah ini yang dimaksud wilayah yang manusia bisa kuasai. Sudah berdoa pada Allah, lalu usaha juga sudah maksimal dilakukan dengan membuat strategi, perhitungan, dsb. Lalu bagaimana jika tidak sesuai target pas hari-H? Yaudah, toh udah minta ke Allah ini dan sudah berusaha. Ternyata memang ketetapannya begitu, qadhanya begitu dari Allah swt. Tinggal bersabar aja, evaluasi dan buat strategi baru.
Lagi-lagi diingatkan, kalau muslim itu ketika mendapat kebahagiaan, dia akan bersyukur. Ketika mendapat kesedihaan, dia akan bersabar. Syukur dan sabar sama-sama dapat pahala, dapat kebaikan. Everything is worth, inilah yang membuat hidup jadi tenang, hati jadi bebas, #HatiYangSelesai. Gak kayak pemikiran liberalisme sekarang, jomblo bertahun-tahun aja udah kayak makhluk paling hina sedunia, duh.... karunya teuing maraneh ih para jomblo nyinyiers. Sabar yah mblo, ingat lho sabar dapat pahala (nepuk diri sendiri)
Jadi, target tercapai... alhamdulillah bersyukur. Target ga nyampe, alhamdulillah mari bersabar. Tinggal evaluasi. Ah, bahagianya hidup dengan Islam, alhamdulillah
Akhir kata, ya Allah..... aku mau revisi doaku ah

Komentar
Posting Komentar