Islam adalah yang kita emban, maka kehidupan Islamlah yang juga harusnya tercermin. Termasuk dalam hal memilih jodoh, berkenalan dengan sang jodoh, sampai keputusan fix dan lanjut ke jenjang pernikahan.
Saya menghadiri walimahan mbak Dhila, dimana di sana terpisah tamu perempuan dan prianya, ada sekat dalam gedung. Lupa nggak ke foto karena fokus hunting nasi, nugget, tomyam, batagor, pudding, ice cream, dan salad. Sate maranggi, mie, dll saya nggak dapet karena keburu kenyang #eh hehehee
π
π
π pokoknya nuansanya mewah, dan kuah asam tomyamnya masih saya kenang hingga saya menulis ini
π
π
π.
Memang walimahan goals banget, ada foto corner yang kekinian dan instagramable, ada kids corner biar anak-anak nggak ricuh di dalam gedung, mau parkir ada sign arahannya (bahkan dipisah juga antara parkiran pria dan wanita), di dalam gedung ada video tentang pernikahan, ada musik nasyid, ada MC dan beliau berada di tempat tamu ikhwan, kerjanya ngumumin tamu ibu-ibu kalau bapaknya ngajak pulang : "Kepada ibu xxx, ditunggu bapak di luar. Sekali lagi kepada ibu xxx, ditunggu bapak di luar" wkwk
π
π
π
Pas mau masuk kedalam ada sign tidak boleh meng-upload foto pengantin ke sosmed, kalo foto yang lain boleh tapi aku malas mendokumentasikannya, fokus hunting kuliner
π
π
π inipun foto-fotonya nyomot punya teh Yuli di Facebook
Kalau dulu ustadzahku lebih sederhana, kita serombongan kecil ke rumah beliau, nggak ada panggung, hiburan, dsb. Seperti main berkunjung ke rumah biasanya, lalu makan bareng. Tamu ikhwan datang pagi, kita datang siang. Di ruang yang sama tapi waktu yang memisahkan kedatangan tamu ikhwan dan akhwat.
Ada budget buat ngadain yang mewah atau nggak, intinya pastikan walimahan tetap berjalan syar'i. Perjuangan pastinya, mengingat budaya kondangan yang makeup pengantinnya tebal-tebal, harus ada dangdut, tamu laki dan perempuan dipisah terasa aneh.
Semoga aku dan teman-teman ada rezeki dan dimudahkan komunikasi dengan keluarga dalam menjalankan proses pernikahan yang syari sejak dari awal masa taaruf hingga walimahan.
Alhamdulillah sekarang sudah banyak masyarakat yg terbiasa dengan aturan-aturan Islam seperti ini ditengah mereka
π
ini juga karena berkat dakwahnya para dai di tengah-tengah mereka. Maka menjadi note untuk saya sendiri. Jangan menyerah dan takut pada dakwah, meski banyak yang menentang atau menolak. Islam adalah kebaikan dan keselamatan, jika tidak, maka yang salah sebenarnya ada pada pengembannya, bukan pada Islamnya.
Saya menghadiri walimahan mbak Dhila, dimana di sana terpisah tamu perempuan dan prianya, ada sekat dalam gedung. Lupa nggak ke foto karena fokus hunting nasi, nugget, tomyam, batagor, pudding, ice cream, dan salad. Sate maranggi, mie, dll saya nggak dapet karena keburu kenyang #eh hehehee
Memang walimahan goals banget, ada foto corner yang kekinian dan instagramable, ada kids corner biar anak-anak nggak ricuh di dalam gedung, mau parkir ada sign arahannya (bahkan dipisah juga antara parkiran pria dan wanita), di dalam gedung ada video tentang pernikahan, ada musik nasyid, ada MC dan beliau berada di tempat tamu ikhwan, kerjanya ngumumin tamu ibu-ibu kalau bapaknya ngajak pulang : "Kepada ibu xxx, ditunggu bapak di luar. Sekali lagi kepada ibu xxx, ditunggu bapak di luar" wkwk
Pas mau masuk kedalam ada sign tidak boleh meng-upload foto pengantin ke sosmed, kalo foto yang lain boleh tapi aku malas mendokumentasikannya, fokus hunting kuliner
Kalau dulu ustadzahku lebih sederhana, kita serombongan kecil ke rumah beliau, nggak ada panggung, hiburan, dsb. Seperti main berkunjung ke rumah biasanya, lalu makan bareng. Tamu ikhwan datang pagi, kita datang siang. Di ruang yang sama tapi waktu yang memisahkan kedatangan tamu ikhwan dan akhwat.
Ada budget buat ngadain yang mewah atau nggak, intinya pastikan walimahan tetap berjalan syar'i. Perjuangan pastinya, mengingat budaya kondangan yang makeup pengantinnya tebal-tebal, harus ada dangdut, tamu laki dan perempuan dipisah terasa aneh.
Semoga aku dan teman-teman ada rezeki dan dimudahkan komunikasi dengan keluarga dalam menjalankan proses pernikahan yang syari sejak dari awal masa taaruf hingga walimahan.
Alhamdulillah sekarang sudah banyak masyarakat yg terbiasa dengan aturan-aturan Islam seperti ini ditengah mereka
![]() |
| barakallah teh Dhila dan kang Hanif |
![]() |
| padahal sebenarnya makeup pengantinnya juga tipis (bahkan kaya nggak di makeup) tapi masyaAllah, untuk menjaga diri |
![]() |
| kids corner |
![]() |
| ikut membantu dalam membuat disain souvenir berupa kumpulan doa-doa, semoga bermanfaat untuk para tamu yang mendapatkan, dan semoga mendapat barokah dari Allah SWT |





Komentar
Posting Komentar